Biografi Thomas Alva Edison, Ilmuan dan Lampu Pijar - CS Media Penulis Biografi Thomas Alva Edison, Ilmuan dan Lampu Pijar - CS Media Penulis

Biografi Thomas Alva Edison, Ilmuan dan Lampu Pijar

Biografi Thomas Alfa edison


Thomas Alva Edison yang kita kenal sebagai penemu bola lampu pijar,ternyata juga merupakan seorang pengusaha dan penemu dengan ribuan hak paten di bawah namanya.  “Jenius adalah satu persen inspirasi, sembilan puluh sembilan persen adalah perspirasi” itulah kalimat yang memacu etos kerjanya. Hal inilah yang perlu kita contoh dari seorang Thomas Alva Edison bahwa kerja keras yang akan membawa kita ke kesuksesan.


Biografi Thomas Alfa Edison – Masa Kanak-Kanak


Lahir di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847, Thomas Alva Edison adalah bungsu dari tujuh bersaudara dari pasangan Samuel Ogden Edison Jr dan Nancy Matthew Elliot. Dia dianggap bodoh dan tidak berbakat oleh gurunya, sehinggu ibunya mengeluarkannya dari sekolah dan mendidiknya sendiri. 

Ilmu yang dia pelajari berasal dari buku-buku ilmiah yang mendorongnya untuk melakukan penelitian ilmiah secara otodidak. Tak berhenti di situ, beliau juga menjadi penjual koran, buah, dan gula-gula di kereta api saat masih berumur 12 tahun. Lalu melebarkan sayap hingga menjadi kepala mesin telegraf di New York yang mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkenal di sana.

Baca Juga : Biografi BJ Habibie 

Awal Perjalanan Karir


Sekitar tahun 1870, di Biografi Thomas Alva Edison berhasil menemukan mesin telegraf dengan kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan yang telah ada pada saat itu. Universal Stock Printer begitu alat temuannya disebut. 

Omzet yang tinggi dari penjualan mesin telegrafnya dapat digunakan menjadi modal untuk mendirikan perusahaan pribadinya. Pada tahun 1874, beliau pindah ke Menlo Park yang menjadi cikal bakal penemuan besarnya, yang membuat beliau termasyur hingga saat ini. 

Baca Juga : Biografi Ir Soekarno 

Penemuan Besar


Selain mesin telegraf, pada tahun 1877, Thomas Alva Edison mengembangkan sebuah metode perekaman suara yang disebut fonograf. Pada tahun 1878, Alva Edison mulai menarih perhatian besar pada sistem penerangan listrik.

 Lampu pijar yang tersedia saat itu memiliki banyak kekurangan seperti biaya produksi yang mahal dan hanya bisa menyala dalam jangka waktu yang pendek. Setelah melakukan ribuan kali percobaan, pada tahun 1879, beliau fokus pada lampu pijar berbahan filamen karbon yang mampu menyala selama 13,5 jam. 

Penemuannya tersebut dipatenkan pada tahun yang sama. Tak puas hanya berhenti di situ, Alva Edison bersama timnya menemukan bahan yang lebih baik yaitu karbon bambu. Lampu pijar berbahan karbon bambu tersebut mampu bertahan selama 1200 jam yang kemudian menjadi cikal bakal perusahaan General Electric. 

Kemudian beliau mengembangkan perusahaannya dengan mendirikan fasilitas penyedia gardu dan kabel listrik, yang pada tahun 1882 stasiun gardu Pearl Street berhasil mencukupi kebutuhan listrik 59 pelanggan di kawasan Manhattan.

Baca Juga: Biografi Mark Zuckerberg

Ilmuwan Produktif


Thomas Alva Edison adalah penemu paling produktif di masanya. Beliau memiliki 1093 hak paten di Amerika Serikat dan 2.332 hak paten di seluruh dunia atas penemuannya. Selain itu, Thomas Alva Edison juga berjasa pada bidang pertahanan keamanan Amerika Serikat antara lain penelitian mengenai mendeteksi pesawat dan kapal selam.

Akhir Hayat


Thomas Alva Edison wafat 18 Oktober 1931 karena komplikasi diabetes dan dimakamkan di belakang rumahnya di New Jersey. Untuk menghormatinya, seluruh perusahaan dan komunitas di dunia mematikan lampu serta listriknya sebagai bentuk penghargaan baginya.

Demikian biografi Thomas Alva Edison sang penemu bola lampu. Hal yang perlu kita petik dari kisah hidupnya adalah kita yang mendefinisikan hidup kita sendiri, dengan kerja keras, usaha akan membuahkan hasil. 

Galeri Foto

Biografi Thomas Alfa Edison

Biografi Thomas Alfa Edison

Biografi Thomas Alfa Edison

Biografi Thomas Alfa Edison

Biografi Thomas Alfa Edison


Disclaimer : Dikutip dari berbagai sumber. Kisah nyata bisa saja berbeda.

Tinggalkan komentar